Gencar Vaksinasi Dosis 1 Hingga Booster untuk Antisipasi Covid-19 di Bulan Ramadhan

Puskesmas Sinar Baru turut andil dalam program percepatan vaksinasi di Kabupaten Bangka. Vaksinasi bertujuan untuk mengembalikan imunitas tubuh dan sebagai bentuk dari usaha adaptasi masyarakat dimasa pandemi, sehingga bisa mengantisipasi meluasnya kasus terkonfirmasi Covid-19. Pada Bulan Ramadhan kali ini antusias masyarakat untuk melakukan vaksinasi meningkat terutama vaksin booster. Hal ini banyak diminati mengingat sudah mulai dibukanya kesempatan mudik bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah menerbitkan aturan baru mengenai syarat perjalanan dalam negeri, dalam SE Menhub Nomor 36 Tahun 2022 yang dikeluarkan pada 4 April 2022 menyebutkan bahwa: 

  1. Bagi yang sudah mendapat vaksin dosis ketiga atau booster tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. 
  2. Bagi yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua (kecuali usia 6-18 tahun) wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1x24 jam atau hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan. 
  3. Bagi yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil 3×24 jam sebelum keberangkatan. 
  4. Individu dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. 
  5. Pelaku perjalanan kategori ini juga wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa ia belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.
  6. Pelaku perjalanan usia 6-17 tahun dan telah menerima vaksin dosis kedua dikecualikan dari kewajiban menunjukkan hasil negatif rapid test antigen, namun wajib melampirkan kartu/sertifikat vaksin dosis kedua.
  7. Adapun kewajiban menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR bagi pelaku perjalanan yang baru divaksinasi dosis pertama dikecualikan untuk angkutan udara perintis, termasuk penerbangan di wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

Bagian Postingan Ini

Komenetar (0)

Tinggalkan komentar